Skip to Content

Konfigurasi DHCP Server

Table of Contents

Sebelum melakukan Tutorial dibawah pastikan IP Debian telah di konfigurasi. untuk gambaran topologinya adalah sebagai berikut:

topologi

nah diasumsikan PC yang akan dijadikan dhcp server sudah dikonfigurasi ip address sesuai topologi. selanjutnya pada artikel ini kita akan fokus konfigurasi dhcp server. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menginstall aplikasi yang dibutuhkan untuk membuat dhcp server yaitu isc-dhcp-server.

Install DHCP Server

# apt-get install isc-dhcp-server

aplikasi DHCP Server tersimpan pada Debian DVD-2
jika muncul peringatan failed setelah install, hal ini dikarenakan IP Address kita tidak sesuai dengan IP address pada file konfigurasi default dhcp server, peringatan failed itu diabaikan saja

install-isc-dhcp-server

Konfigurasi DHCP Server

ditahap ini kita akan mengedit file dhcpd.conf yang tersimpan di /etc/dhcp/

# nano /etc/dhcp/dhcpd.conf

kemudian cari baris seperti dibawah ini

# A slightly different configuration for an internal subnet.
# subnet 10.5.5.0 netmask 255.255.255.224 {
# range 10.5.5.26 10.5.5.30;
# option domain-name-servers ns.internal.example.org;
# option domain-name "internal.example.org";
# option roters 10.5.5.1;
# option broadcast-address 10.5.5.31;
# default-lease-time 600;
# max-lease-time 7200;
#}

hilangkan tanda pagar “#", disini kita akan menggunakan IP kelas C, dan untuk client kita beri range IP dari 192.100.100.2 - 192.100.100.254, dengan nama domain dantonkoto.com

# A slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 192.100.100.0 netmask 255.255.255.0 { #isi dengan network & subnet mask
 range 192.100.100.2 192.100.50.254; #isi dengan range ip
 option domain-name-servers 192.100.100.1; #isi dengan dns resolver
 option domain-name "dantonkoto.com"; #isi dengan domain server
 option routers 192.100.100.1; #isi dengan gateway ke client
 option broadcast-address 192.100.100.255; #isi dengan ip broadcast
 default-lease-time 600;
 max-lease-time 7200;
}

konfig dhcpd.conf

setelah itu kita tentukan interface mana yang akan digunakan sebagai dhcp-server, dengan mengedit file isc-dhcp-server di lokasi /etc/default/

# nano /etc/default/isc-dhcp-server

karena disini saya akan menjadikan eth0 sebagai interface dhcp server, jadi pada bagian bawah saya akan isikan eth0

INTERFACES="eth0"

setelah itu restart service dhcp server dengan perintah

# service isc-dhcp-server restart

untuk konfigurasi sampai disini telah selesai, tinggal kita uji dari sisi client

Pengujian

Pastikan bahwa penyetingan alamat IP di sisi klien telah di-set otomatis dan bukan statis. Untuk memastikan komputer klient telah mendapatkan IP dari DHCP Server cek dengan cmd dan dapat menggunakan perintah berikut.

C:\Users\danton>ipconfig /release
C:\Users\danton>ipconfig /renew
C:\Users\danton>ipconfig /all

pengujian

Categories:
Tags:
comments powered by Disqus