Skip to Content

Konfigurasi Samba

Table of Contents

Pertama sebelum kita lakukan instalasi kita tentukan dulu lokasi folder yang akan kita share/publikasikan. Pada artikel ini sebagai bahan praktik kita akan membuat 2 folder yaitu folder guru, dan siswa dimana kedua folder tersebut tersimpan di /home/share : gambar keterangan:

  • guru (menggunakan user authentication) hanya bisa diakses menggunakan user guru
  • siswa (anonymous) tidak menggunakan user authentication alias anonymous

Membuat folder

kita akan membuat folder terlebih dahulu dengan memasukan perintah berikut:
# cd /home
# mkdir share
# cd share
# mkdir guru siswa

kemudian ubah permission folder guru dan siswa menjadi rwxrwxrwx dengan menggunakan perintah chmod :

# chmod 777 guru siswa

kemudian ls -l untuk melihan hasil perubahannya ![animasi](/img/asj/samba/membuat folder.gif)

Cara install samba

# apt-get install samba

![animasi](/img/asj/samba/install samba.gif)

aplikasi samba tersimpan pada Debian DVD-1

Membuat User Authentication

kita buat dulu user atuhentication untuk user siswa dan user guru.

  • membuat user guru
    # useradd guru
    # smbpasswd -a guru
    New SMB password: 1 ↵
    Retype new SMB password: 1 ↵

![animasi](/img/asj/samba/menambah users.gif)

guru dan angka 1 merupakan user dan password yg akan digunakan dalam proses authentication user untuk mengakses folder yang di share oleh aplikasi samba.

Konfigurasi samba anonymous

Tahap selanjutnya kita akan mengkonfigurasi folder siswa agar muncul pada jaringan komputer dengan mengkonfigurasi file smb.conf yang tersimpan di /etc/samba
# nano /etc/samba/smb.conf

kemudian tambahkan di baris paling akhir, konfigurasi berikut:

[siswa]  
path = /home/share/siswa  
public = yes  
readonly = no

simpan, dan restart aplikasi samba dengan perintah # service samba restart dan uji

![animasi](/img/asj/samba/samba anonymous.gif)

keterangan :

  • [siswa] : nama folder yang akan ditampilkan pada jaringan
  • path : menunjukan lokasi folder/directory yang akan di share
  • public = yes : berarti folder/directory bisa diakses oleh semua user/komputer atau secara anonymous.
  • readonly = no : berarti mengizinkan semua user untuk melakukan perubahan pada sebuah directory jika tidak ada aturan lain berkaitan dengan hak akses direktory yang bersangkutan.

Konfigurasi samba user authentication

Tahap selanjutnya kita akan mengkonfigurasi folder guru

# nano /etc/samba/smb.conf

cari baris # security = user kemudian hilangkan tanda tagarnya

kemudian tambahkan di baris paling akhir, konfigurasi berikut:

[guru]  
path = /home/share/guru
valid users = guru
admin users = root
browseable = yes  
writeable = yes

simpan, dan restart aplikasi samba dengan perintah # service samba restart dan uji

![animasi](/img/asj/samba/samba authentication.gif)

keterangan :

  • [guru] : nama folder yang akan ditampilkan pada jaringan
  • path : menunjukan lokasi folder/directory yang akan di share
  • valid users = guru : pendefinisian user mana saja yang berhak untuk mengakses folder yang bersangkutan.
  • admin users = root : user yang berhak untuk melakukan perubahan pada folder yang bersangkutan.
    • browseable = yes : bertujuan agar folder yang bersangkutan di tampilkan pada jaringan
  • writeable = yes : berarti mengizinkan semua user untuk melakukan perubahan pada sebuah directory jika tidak ada aturan lain berkaitan dengan hak akses direktory yang bersangkutan.

Pengujian

  1. jalankan windows explorer
  2. masukan host (bisa menggunakan domain atau ip) dengan penulisan alamat \\domain atau ip
  3. pilih folder/directory yang akan diakses
  4. masukan username dan password sesuaikan dengan user yang sebelumnya di buat jika diminta

![pengujian dengan filezilla](/img/asj/samba/pengujian samba.gif)

Categories:
Tags: samba
comments powered by Disqus