Skip to Content

Komponen Desain

Komponen dalam mendesain sebuah karya grafis harus memerhatikan beberapa hal, di antaranya tujuan desain tersebut dibuat untuk siapa, memiliki tujuan apa, dan bagaimana memplublikasikannya (internet, spanduk, baliho, atau lainnya).

Kenapa harus memahami secara jelas tentang beberapa hal tersebut???

Supaya anda dapat dengan mudah menentukan komponen yang akan dilibatkan dalam desain tersebut, seperti unsur tata letak, jenis warna yang digunakan, ukuran font teks, tipe garis dan bentuk.

I. Garis atau Line

Garis merupakan rangkaian titik-titik yang tersusun dalam pola tertentu (bisa memanjang, mengombak, dan lainnya) dan saling terhubung satu sama lainnya dengan tingkat kerapatan tertentu. Pada beberapa jenis software pengolahan grafis, garis sering disebut dengan outline (CorelDRAW), contour atau strike jika menggunakan Photoshop atau Adobe Illustrator.

Karakteristik utama garis adalah memiliki:

  • panjang
  • bentuk
  • warna
  • ketebalan dan
  • model

Jenis garis apabila dilihat dari cara membuatnya dapat dikategorikan menjadi dua tipe, yaitu sebagai berikut.

  1. Jenis garis alami, garis yang terbentuk akibat dari gesekan serta perbedaan yang saling memotong antara dua benda dengan warna berbeda. contoh kesan garis pemisah antara tanah dengan langit ketika senja mulai turun.

  2. Jenis garis buatan, dibagi menjadi dua tipe:

  • Sengaja dibuat, sebagai contoh garis yang dibuat untuk memisahkan atau menjadi tanda batas tertentu, yang akhirnya dapat menciptakan sebuah bentuk gambar baru, seperti sketsa wajah orang.
  • Muncul sebagai efek pertemuan dua atau lebih objek gambar yang saling bersinggungan dengan bentuk dan warna yang berbeda.

Komponen utama dalam sebuah desain adalah ketegasan dalam menorehkan garis dalam media sehingga dapat memberikan beberapa manfaat seperti:

  • Berfungsi menjadi penanda atau pemberi batas antar sisi gambar.
  • Membentuk pola desain yang memiliki pesan atau makna.
  • Mewakili pesan atau tujuan dari desain yang dibuat.
  • Menambahkan nilai-nilai estetika, ekspresi, perasaan, dan lainnya.

Adapun jenis garis dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu :

  1. Berdasarkan arah garis

    • Garis lurus vertikal, memberikan dan kesan kestabilan, ketenangan, kekuatan, mewah, megah.
    • Garis lurus horizontal, memberikan kesan sebuah kondisi yang relatif konstan, tenang, dan datar.
    • Garis lurus Melengkung, memiliki pesan tentang keluwesan, lamban, irama, rileks, kehalusan, dan keanggunan.
    • Garis silang atau diagonal, memberikan kesan ketidakstabilan, dinamika pergerakan, keraguan, dan ringan.
  2. Berdasarkan gaya garis (style)

    • Garis Kontinyu, Menunjukkan ketajaman, konsisten, berwatak keras, kaku, dan stabil
    • Garis Putus-titik atau dot dash, memberikan makna tentang ketakutan, keraguan, tersembunyi, bersifat teka-teki dan misterius, serta memberikan irama.
    • Garis titik-titik (dots), menunjukkan keteraturan, keseimbangan, dan ketidak jelasan.
    • Garis kaligrafi, bersifat lembut, ramah, damai, natural dan lentur.
    • Garis ekspresif atau artistik, lebih menitik beratkan pada sifat spontanitas, lebih berani, dan menyegarkan suasana.
    • Garis zig-zag atau patah-patah, berkesan memberikan semangat mengebu-gebu, panas, menunjukan kekuatan, terkejut, dan menegangkan.
  3. Berdasarkan ujung garis

    • Berujung tumpul atau round, berkesan memberikan perdamaian antara dua elemen
    • Berujung lurus atau straight, berkesan ketegasan.
    • Berujung anak mata panah atau arrow, memberikan makna keteraturan arah dan kaku.
    • Berujung kotak atau ssquare anchor, berkarakter menyejukkan dan lugas.
    • Berujung lingkaran atau round anchor, berkesan fleksibel.
    • Berujung objek tertentu atau object anchor., berkesan antik dan unik.
  4. Perpaduan antara garis vertikal dengan horizontal Perpaduan ini memiliki pesan bahwa garis tersebut berkarakter kuat, tegas, lugas, dan formal.

  5. Gabungan antara garis diagonal Kesan yang disampaikan pada garis jenis ini adalah ketidaksamaan, perbedaan, perseteruan, konflik, kebencian, larangan, dan pantangan.

  6. Perpaduan antara garis kurva Pada beberapa model perpaduan akan menghasilkan bentuk garis baru, antara lain:

    • Berbentuk setangah bulat, cendrung memberikan kesan, kekuatan dan kokoh.
    • Spiral atau pegas,sering diartikan sebagai sebuah usaha yang terus menerus, memunculkan ide baru, pola yang terhubung secara berkelanjutan dan bentuk ini sering digunakan, sebagai sarana menghipnotis.
    • Membentuk gelombang, biasanya menggambarkan kelembutan, aliran tenaga atau daya, spontanitas. Penerapan jenis ini biasanya digunakan oleh adat budaya tiongkok, misalnya aliran tenaga dalam yin dan yang.
  7. Pertemuan garis yang membentuk sudut ada beberapa jenis bentuk sudut yang dapat dibentuk dari dua atau lebih garis, yaitu

    • Fillet adalah jenis bentukan dua garis yang menghasilkan sudut tumpul. biasanya memberikan kesan fleksibel, keraguan, dan keindahan.
    • Chamer, merupakan kombinasi dua garis yang memiliki patahan pada simpang sudut, memberikan kesan energik, kritik, dan kuat.
    • Scallop, adalah pertemuan dua garis yang dihubungkan dengan lengkungan garis cekung. Biasanya digunakan untuk menunjukkan keindahan, kelembutan, dan menonjolkan sisi lain.
    • sharp, betupa pertemuan dua garis yang membentuk sudut secara pasti, seperti sudut siku atau sudut lancip, sudut ini menggambarkan kepastian dan ketegasan.
  8. Pola gelombang secara berulang Pengulangan bentuk pola garis secara kontinyu bisa menunjukkan kestabilan, dan irama tertentu sehingga sifat yang dibawa dalam pola gelombang ini bisa dalam bentuk kesedihan yang mendalam, kegembiraan dengan ritme tertentu, ketenangan, kegigihan dalam berusaha. ![](/img/ddg/2/11.jpg

  9. Bayangan Teknik ini memberikan pesan keselarasan, sederhana, dan teratur.

  10. Kombinasi garis yang membentuk pola pancaran pertemuan dua atau lebih garis pada satu titik, berkesan seolah-olah memberikan efek pancaran dapat menggambarkan spontanitas, keleluasaan, kebebasan, terpusat, konsentrasi atau timbulnya jarak.

II. Bentuk atau Shape

Pada beberapa pendapat para ahli, ada yang menyebut sebagai bidang, media, bentuk atau shape. sebenarnya istilah yang digunakan tersebut memiliki kesamaan pengertian, karena objek tersebut dalam grafis mempunyai karakteristik utama berupa dimensi, baik panjang, lebar, tinggi, dan tebal sehingga mewujudkan sebuah bentuk yang dapat diidentifikasi seperti bangun ruang geometris, organis, bangun ruang bersudut dan tak beraturan. Unsur shape dalam grafis dapat dibedakan secara garis besar dalam bentuk dua dimensi (dwimatra) dan tiga dimensi (trimatra).

Apabila dilihat dari cara dan proses pembuatannya, elemen bentuk/shape dapat dikategorikan menjadi: a. Secara alami terbentuk, contoh pemandangan alam. b. Dibuat secara khusus dengan tool. (1) Terjadi akibat gerakan tool aplikasi yang membentuk pola bangun ruang, seperti segitiga, bujur sangkar, dll. (2) Timbul dengan sendirinya, karena ketidak sengajaan terjadinya perbedaan warna, singgungan garis, dan tekstur.

III. Ilustrasi atau Gambar

Istilah ilustarsi berasal dari kata illustrate (bahasa latin) yang berarti menggambarkan, menjelaskan tentang suatu hal. Adapun unsur grafis adalah ilustrasi dalam bentuk gambar sebagai penguat informasi yang akan disampaikan pada orang yang melihatnya. Berbicara teentang proses pembuatan ilustrasi gambar, ada dua metode yang dapat digunakan, yaitu a. Secara manual, menggunakan peralatan tangan sederhana, seperti bolpoin, pensil, kuas, airbrush, spidol dan alat pewarna lainnya. Teknik ini sering diterapkan dalam proses luikasan pada media kanvas, pembuatan kartun pada komik, sketsa kasar, dll. agar dapat disimpan dalam file digital, diperlukan proses scanning menggunakan scanner. b. Menggunakan teknologi digital, proses desain ilustrasi menggunakan peralatan komputer dengan dukungan software khusus. Pengambilan gambar dapat menggunakan file dari hasil jepretan kamera, camcoder, smartphone, atau berdasarkan olahan komputer.

Jenis olahan image secara digital dalam sebuah ilustrasi secara garis besar dapat dibedakan menjadi: ~ ilustrasi dalam bentuk image dengan format bitmap ~ ilustrasi dalam bentuk image dengan format vektor

sumber: womantalk.com

IV. Warna atau Color

Keberhasilan sebuah desain grafis yang dihasilkan adalah dapat memikat hati para pengunjung dengan kombinasi dan perpaduan warna yang sesuai. Setiap warna memiliki nilai-nilai psikologis yang dapat memengaruhi kejiwaan bagi orang yang melihatnya sehingga perlu diperhatikan sekali penentuan jenis warna yang akan diterapkan pada ilustrasi desain grafis.

sumber: w3schools.com

V. Teks atau Tipografi

Jika dilihat dari istilah dan asal-usul tata bahasa, tipografi berasal dari kata typography yang berarti salah satu disiplin ilmu seni yang membahas tentang teknik pemilihan dan penataan huruf pada sebuah ruang atau media guna memberikan informasi tentang kesan, pesan, ilustrasi dari gambar yang disajikan dalam media. jadi, tipografi dalam unsur desain grafis dapat diartikan sebagai teknik penataan setiap elemen meliputi text, gambar, pemilihan jenis dan ukuran font untuk menyiratkan makna dari grafis yang ditampilkan. pemilihan jenis font dalam media, juga harus memperhatikan dari karakter yang akan ditampilkan. saat ini tersedia beragam jenis tipe font, namun tipe-tipe font tersebut dapat dibedakan menjadi beberapa kategori, yaitu: a. Tipe Serif, ciri khas huruf ini adalah memiliki kait, atau hook di ujung huruf, misalnya Garamond dan Times New Roman. b. Tipe San Serif, bedanya dengan tipe serif adalah huruf tipe ini tidak memiliki kait pada ujungnya. Dengan demikian terkesan lugas dan tegas. Contohnya font Arial dan Tahoma. c. Tipe Script. setiap huruf script saling terhubung seolah tersambung dan berkaitan satu sama lain mirip tulisan latin. contoh Shelley Allegro, Brushscript, dan Mistral. d. Tipe Monospace merupakan jenis font yang memiliki keunikan dan karakter sama persis dengan tipe keluarga Serif. Kelebihannya adalah memiliki kesamaan besar jarak antarhuruf sehingga lebih rapi. e. Tipe dekoratif sering dipergunakan untuk memvisualisasikan seni dan keindahan tampilan grafis dengan sifat utama huruf yang dicetak pada media lebih kompleks, bervariasi dan dapat dilihat secara detail. conto Augusburger Initial.

Adapun dari sisi efek tampilan huruf yang dicetak pada media, kita dapat menerapkan empat metode, yaitu: a. Reguler, huruf yang dicetak tidak mengalami perubahan atau efek baru. b. Bold, huruf akan dicetak tebal. c. Italic, huruf akan dicetak miring. d. Bold Italic, huruf akan dicetak tebal dan miring.

Ketika merancang sebuah desain grafis, sebagai contoh poster, kita harus memperhatikan beberapa unsur utama yang harus dipenuhi antara lain: a. Judul (Headline) Judul merupakan informasi pembuka yang berperan memberikan pesan penting bagi para pembacanya. Biasakan untuk menulis judul dengan singkat, jelas, padat, dan menarik perhatian yang dapat mewakili isi konten yang disampaikan. b. Subjudul (subheadline) Subjudul merupakan bagian penjelas dari judul yang diangkat sebelumnya. Apabila judul terkesan irit penulisannya dan ditulis dengan ukuran besar, bagian subjudul bisa ditulis dengan lebih panjang dan memperjelas pesan yang disampaikan pada bagian judul. c. Konten Konten merupakan detail informasi pada media grafis sebagai penjelas tentang tema utama yang disampaikan pada bagian judul. d. Logo atau Simbol Terkadang dalam pembuatan media penyampaian Informasi seperti poster, diperlukan sebuah identitas sebagai logo atau simbol sebagai sebuah representasi si pembuatnya, organisasi penyelenggara, dan logo produk, Anda dapat membuat logo dari huruf, gambar, atau perpaduan keduanya.

Dalam menata dan memilih jenis dan ukuran font dalam media grafis, anda harus mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut.

  1. Keindahan, tata letak, dan desain huruf dengan berbagai efek seperti goresan, serta perpaduan antarhuruf.
  2. Penentuan dan kombinasi warna pada huruf.
  3. Kejelasan bentuk huruf jika membuat model baru.
VI. Teks atau Tipografi

Penerapan ilustrasi dalam ruang atau spasi media akan memengaruhi cara pandang si penglihatnya. Dengan mengatur tata letak objek grafis dalam ruang atau media, anda dapat merasakan benda tersebut seolah jauh, dekat, besar atau kecil, longgar, dan lainnya. Karena perasaan tersebut bisa saja berbeda-beda antara orang yang satu dengan yang lainnya. Secera prinsip jenis ruang atau media dalam desain grafis dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu:

  1. Ruang yang terbentuk secara alami, seperti karena setuhan atau pengaruh cahaya, dan fenomena alam.
  2. Ruang yang sengaja diciptakan, seperti ruang interior rumah, desain eksterior rumah, perpaduan warna, dan pengaturan gelap terang.
Categories:
Tags:
comments powered by Disqus