Skip to Content

Perbaikan Komputer

Table of Contents

Selama pemakaian, komputer yang terawat sekalipun tidak dapat terhindar dari kendala kerusakan yang diakibatkan oleh berbagai hal. Oleh karena itu, kita perlu memahami pengetahuan dasar tentang kerusakan, penyebab dan perbaikan komputer atau dikenal dengan istilah trouble shooting.Kerusakan yang timbul dapat dikategorikan dalam dua jenis kerusakan yaitu: kerusakan hardware dan software.

1. Kerusakan pada perangkat keras (Hardware)

Masalah pada hardware perlu penanganan yang serius karena sulit di lokalisasi dan disingkirkan tanpa tools yang tepat, keahlian dan pengalaman yang menunjang. Kerusakan atas suatu komponen tidak bisa langsung diputuskan untuk menggantinya sebelum memastikan penyebab kerusakannya. Karena bisa saja ternyata kerusakannya disebabkan oleh komponen yang lain. Berikut ini akan dibahas masalah yang sering terjadi disertai dengan cara mengatasinya.

a. Kerusakan pada Power supply

Berikut ini akan dibahas kendala yang timbul akibat kerusakan power supply.

Gejala Solusi
Komputer tidak hidup sama sekali ketika ditekan tombol power - Periksa kabel listrik pastikan sudah terpasang dengan baik ke stop kontak. - Periksa juga saklar di belakang power supply pastikan dalam keadaan on. - Ganti dengan kabel power lain. - Periksa tombol power pada CPU dan PIN pada motherboard. - Coba hidupkan langsung power supply tanpa motherboard, yaitu dengan menghubungkan kabel hijau dan hitam pada power supply. jika hidup, berarti tidak ada masalah dengan power supply. pengujian bisa dilanjutkan ke motherboard.
Komputer hidup tetapi tidak ada tampilan di layar monitor + semua perangkat dalam CPU, pastikan sudah terpasang dengan baik. + periksa tegangan power supply dengan power supply tester. + coba ganti power supply.
Komputer hidup tetapi ada komponen yang tidak terbaca + cek tegangan power supply. + periksa kabel power supply yang terhubung ke komponen tersebut + periksa pemasangan komponen tersebut + coba ganti power supply.

Penyebab rusaknya power supply secara umum:

  • Tegangan listrik sering tidak stabil.
  • Penggunaan daya yang melebihi kapasitas ( over capacity)
  • Korsleting, kena petir, kena air, panas

head
Gambar Power supply tester

Jika kerusakan hanya pada power supply saja, seharusnya setelah kita menggantinya komputer akan kembali bekerja dengan normal. Kecuali jika ada masalah pada komponen yang lainnya seperti maderboard, VGA card, ataupun RAM.

b. Kerusakan pada motherboard dan processor

Gejala solusi
Komputer tidak hidup sama sekali ketika ditekan tombol power (kelistrikan dan prosesor normal) + lepas semua kabel power yang terhubung ke listrik, lepas semua kabel yang terhubung ke CPU, buka casing CPU dan lepas semua kabel yang terhubung ke motherboard, lepas seluruh komponen yang terhubung ke motherboard ( misal: VGA card, LAN card, dll). + coba hubungkan hanya kabel power supply ke motherboard, jika hidup kerusakan bisa pada komponen lain seperti VGA card. Jika tetap mati, kemungkinan kerusakan pada motherboard. + periksalah bisik motherboardnya dengan teliti, lihat Chip, Elco, transistor, dan yang lainnya Apakah ada yang terbakar. jika tidak ada tanda-tanda komponen yang terbakar kemungkinan maderbot masih bagus, tetapi ada kalanya maderbot tidak jalan karena kerusakan pada program yang terdapat di BIOS
Komputer restart secara terus menerus (bootloop) + kemungkinan dari pendinginan prosesor yang kurang optimal. Cek pemasangan HSF dan putaran kipas nya Apakah normal atau tidak. Cek juga suhu processor dan kecepatan putaran kipas prosesor di BIOS pada menu _ PC health status_. Suhu normal adalah antara 40 - 70 derajat Celcius dengan putaran kipas 3000rpm - 5500 RPM, bila suhu melebihi batas tersebut (overheat) maka komputer akan _bootloop_.
Komputer tidak hidup (motherboard dan kelistrikan normal). + periksa processor, pemasangan yang tidak pas menyebabkan komputer tidak bisa dihidupkan. + untuk memastikan kerusakan pada processor, kita harus mencoba menggantinya terlebih dahulu dengan prosesor lain.

Penyebab rusaknya motherboard secara umum:

  • Tegangan listrik sering tidak stabil
  • Penggunaan yang melebihi kapasitas (over capacity)
  • Korsleting, kena petir, kena air, panas
  • Penggunaan komponen yang tidak kompatibel

head
Gambar Menu PC Health Status BIOS

c. Kerusakan pada harddisk dan optical disk drive

Gejala Solusi
Saat komputer dihidupkan tidak masuk sistem operasi, disk failure atau no operating system found (dalam kondisi motherboard dan power supply baik) + pastikan sistem operasi telah terinstal dengan benar + pastikan kabel hardisk telah terpasang dengan benar + cek pada saat POST Apakah hardisk terbaca atau tidak. jika tidak terbaca periksa sambungan kabel harddisk ke power supply dan motherboard. + dengarkan Apakah hardisk hidup atau tidak. cek kabel data (SATA/PATA) dan tegangan dari kabel power supply. Bila perlu coba ganti. + coba ganti dengan hardisk lain
Proses kerja lambat + dengarkan bunyi hardisk. bila ada bunyi yang tidak biasa dan cenderung berisik, kemungkinan fisik hardisk cacat/ rusak dan harus diganti.
File system hardisk terbaca Raw, Drive/ tidak terbaca. hardisk minta diformat + kemungkinan struktur logic hdd rusak, jangan dulu format hardisk karena data akan hilang (kecuali data tidak penting bisa langsung kita format). + gunakan tools (misal: tesdisk) untuk membaca struktur hdd dan memindahkan data sebelum diformat. + jika tidak bisa dengan cara-cara diatas, kemungkinan bad sector hardisk sudah parah dan harus diganti.
Optical disk drive tidak bisa membaca/ burning CD + kemungkinan laser optical disk drive kotor, gunakan cairan pembersih khusus mata laser. + kemungkinan kepingan CD/ DVD kotor, bersihkan CD dengan cairan pembersih khusus. + periksa tegangan dari power supply.

Penyebab rusaknya hardisk dan optical disk drive secara umum:

  • Sering terjadi putusnya aliran listrik secara mendadak
  • Mematikan komputer tidak sesuai prosedur
  • Tegangan listrik sering tidak stabil
  • Penggunaan yang melebihi kapasitas ( overcapacity)
  • Korsleting, kena petir, kena air, panas
  • Struktur wajib hardisk rusak

d. Kerusakan pada Ram dan kartu grafis (VGA card)

Gejala Solusi
RAM tidak terdeteksi + pastikan RAM terpasang dengan baik. jika tidak, akan ada kode suara BIOS dan monitor Blank. + pastikan RAM sesuai spesifikasi motherboard. + pastikan fisik RAM normal. + RAM tidak terdeteksi juga bisa dikarenakan perangkat sudah mati (rusak) dan tidak bisa diperbaiki (harus diganti).
VGA card tidak terdeteksi + pastikan VGA card terpasang dengan baik. jika tidak, akan ada kode suara BIOS dan monitor Blank. + pastikan kegiatan sesuai spesifikasi motherboard. + pastikan fisik VGA card normal. + pastikan kabel VGA terpasang dengan benar.
Gambar bergaris + bersihkan antarmuka slot VGA, jika tidak ada perubahan kemungkinan VGA sudah rusak dengan gejala yang dikenal dengan artefak.

Penyebab RAM dan VGA secara umum

  • RAM komputer tidak sesuai.
  • Tegangan listrik sering tidak stabil.
  • Penggunaan yang melebihi kapasitas (over capacity)
  • Korsleting, kena petir, kena air, panas

e. Kerusakan pada CMOS dan BIOS

Gejala Solusi
BIOS tidak menyimpan settingan, jam pada komputer selalu kembali ke default + kemungkinan baterai CMOS lemah/habis. Coba diganti baterai. + bila setelah ganti baterai masih tetap, coba ganti chip CMOS dengan yang sejenis

Penyebab rusaknya CMOS secara umum:

  • CMOS merupakan perangkat yang jarang rusak.
  • Baterai habis
  • Tegangan listrik sering tidak stabil
  • Korsleting, kena petir, kena air, panas

2. Kerusakan pada perangkat lunak (Software)

a. Penyebab kerusakan pada software

Kerusakan pada software merupakan kerusakan yang terbilang sering dalam penggunaan komputer. Adapun penyebab kerusakan software kebanyakan adalah akibat kesalahan pengguna (human error). Penyebab lain kerusakan software adalah adanya perangkat yang berbahaya atau dikenal dengan istilah malware. Kehadiran Malware dalam komputer bisa dirasakan dengan adanya perlambatan kinerja komputer hingga rusaknya sebuah program tertentu sehingga tidak bisa dijalankan. Berikut ini adalah beberapa contoh malware:

  1. Virus, yaitu program yang dapat menggandakan dirinya dan menyebar dengan cara menyisipkan dirinya pada program dan data lainnya. Biasanya user tidak mengetahui jika komputer yang dimilikinya terjangkit virus sampai salah satu data hilang atau program yang ada pada komputer tidak bisa dijalankan.
  2. Trojan Horse, yaitu sebuah perangkat lunak berbahaya yang dapat merusak sebuah sistem atau jaringan. Trojan cenderung seperti program biasa sehingga tidak terdeteksi oleh antivirus.
  3. Spyware, yaitu salah satu bentuk program berbahaya yang memasang dirinya sendiri ke dalam sebuah sistem untuk mencuri data pengguna atau merusak sistem pengguna tersebut.
  4. Adware, yaitu perangkat beriklan. Beberapa adware juga dapat diklasifikasikan sebagai Trojan oleh beberapa produsen antivirus, sehingga dibutuhkan perangkat lunak yang spesifik untuk mendeteksinya karena selain memantau kebiasaan pengguna dalam Berselancar Di Internet, adware tersebut juga dapat mencuri data pengguna.
  5. Worm, adalah sebuah program komputer yang dapat menggandakan dirinya secara sendiri dalam sistem komputer. Worm merupakan evolusi dari virus komputer yang memenuhi bandwidth sehingga akses menjadi lambat.

Kerusakan software yang diakibatkan kesalahan pengguna biasanya terjadi pada pengguna yang awam dalam menggunakan komputer. Sehingga ia sering melakukan percobaan yang tidak jarang berujung kepada kerusakan software. Faktor lain adalah diakibatkan oleh kelalaian, penggunaan Mahir sekalipun bila sudah kelelahan atau kehilangan konsentrasi akan berpotensi melakukan kesalahan dalam penggunaan komputer.

b. Perbaikan kerusakan software

Perbaikan kerusakan software dapat dilakukan dengan melihat kerusakannya terlebih dahulu. Jika sebuah software tidak dapat dijalankan, cobalah untuk memperbaikinya (repair) dengan cara sebagai berikut:

  1. Masuk ke control panel dengan cara klik *start* kemudian *control panel*
  2. Pada control panel pilihlah program

head
Gambar memilih menu program dalam control panel

  1. Setelah masuk ke menu programs, Click *uninstall a program* pada bagian *program and features*

head
Gambar memilih menu program

  1. Berikutnya kita akan masuk pada menu uninstall or change program. Disini kita tinggal memilih dengan cara mengklik program mana yang akan dicopot (uninstall) >> klik uninstall seperti pada gambar dibawah ini.

head
Gambar memilih software yang akan di Uninstall

  1. Setelah di klik uninstall, umumnya akan tampil installshield Wizard dari suatu software. Pada tampilan tersebut kita dapat memilih modify untuk mengubah beberapa konfigurasi, Repair untuk memperbaiki software, dan remove untuk uninstall software tersebut. Untuk memperbaiki software tersebut kita bisa mencoba memilih menu repair.

head
Gambar Pilihan modify, repair dan remove pada installshield wizard.

  1. Jika dengan repair masih tidak bisa, Coba lakukan Reinstall. Reinstall adalah istilah mengacu kepada mencopot (uninstall) Sebuah software, kemudian menginstalnya kembali.

  2. Dalam OS window, kerusakan Sebuah software bisa diakibatkan karena registry. Kerusakan akibat registry dapat Diperbaiki dengan tools khusus untuk memperbaiki registry.

  3. Kerusakan software akibat virus hanya bisa diperbaiki jika virus dalam komputer sudah dibersihkan. Cara untuk membersihkan komputer dari virus bisa dengan menggunakan program antivirus. Beberapa virus tertentu mungkin hanya akan bisa dibersihkan oleh antivirus tertentu saja.

  4. Jika data hardisk tidak penting, untuk membersihkan virus bisa dengan cara format hardisk.

  5. Langkah terakhir untuk memperbaiki software adalah dengan melakukan reinstall sistem operasi dengan syarat partisi sistem yang akan digunakan untuk OS harus diformat.

Categories:
comments powered by Disqus